Siang itu, MCAP berhenti tepat di depan Kantor Kecamatan Leuwigoong, sekitar 18 KM dari Garut. Kantor itu terletak di pinggir Jalan Raya Leuwigoong yang cukup padat karena menjadi perlintasan Tarogong/Leles – Limbangan. Bahkan pada musim mudik Lebaran, jalur ini biasanya jadi Jalur Alternatif Utama menuju Garut jika Jalan Cagak Nagreg macet.
Lokasi tersebut, tentunya cukup strategis dilalui para pemakai jalan, khususnya pejalan kaki yang penasaran ingin mengetahui fasilitas MCAP. Di seberang jalan, terbentang kebun jagung yang cukup luas. Tepat pukul 1.00 dari balik kerumunan tanaman jagung, munculah anak-anak SMP Negeri Leuwigoong yang kebetulan berlokasi di situ.
Setelah mengetahui ada WARNET Keliling Gratis di sekitarnya, sebagian besar dari mereka merapat ingin mencoba MCAP. Memanfaatan gilirannya, sebagian anak-anak SMP tersebut rupanya sibuk menanam benih silaturahmi di lahan pertemanan maya yang amat luas bernama Fiendster.
Ya, jaman memang sudah berubah. Sebagian jaringan pertemanan, kini dikonversi ke basis digital. Secara positif, hal ini tentunya memudahkan aksesibilitas kita bersilaturahmi dengan sesama umat sebanyak-banyaknya. Jika mau, meski dari kebun jagung sekali pun, kita bisa bisa menanam benih persahabatan dengan kawan di Lembah Silikon, di Pabrik Pesawat, atau dimana saja.


Saya acungkan jempol untuk kru MCAP yang jeli memilih tempat dimana internet masih susah ditemui dan saya pernah numpang fasilitas warnet keliling gratis ini. Terima kasih untuk dedikasi dan keramahannya