Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Kunjungan MCAP’ Category

Pada giliran kali ini, kami tim MCAP Bagian Informatika Pemda Garut melaksanakan kegiatan pengenalan internet untuk masyarakat di Kecamatan Bayongbong Kab. Garut. Kegiatan ini bertepatan dengan minggu kedua Bulan Suci Ramadhan, maka  sekaligus juga merupakan acara ngabuburit bagi masyarakat sekailan menunggu waktu berbuka puasa.

Selain mengadakan perkenalan dunia internet kepada masyarakat sekitar, juga berbarengan dengan kunjungan Ibu Wakil Bupati Garut, Ibu Rani Permata Diki Candra dalam rangka menjadi pembawa materi / penceramah acara Ngabuburit bareng Ibu Wakil Bupati.

Masyarakat selain mendengar tausiyah-tausiyah dari Ibu Wakil Bupati, juga bisa sekalain menjajal akses internet dari Mobil MCAP ini yang didukung dengan jaringan komunikasi nirkabel GSM salah satu operator terkemuka. Disini terlibat beberapa pengguna anak muda mencoba untuk mengakses situs facebook.com untuk melihat jaringan sosial antar teman dan sahabat-sahabatnya dengan sesekali mencoba untuk meng-update statusnya.

Berikut salah satu dokumentasi yang bisa kami tampilkan :

Iklan

Read Full Post »

Kedatangan MCAP ke  SLTPN I Cibatu disambut dengan antusias oleh siswa dan guru serta Kepala Sekolah. Ternyata para siswa di SLTPN I Cibatu kini relatif sudah melek Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), buktinya mereka memang sudah cukup mengenal tentang TIK ketika mencoba di MCAP secara bergantian.

Read Full Post »

Kami betul-betul tidak menyangka, ternyata anak-anak SD di Garut kini relatif sudah melek Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Buktinya, mereka memang sudah cukup familiar ketika MCAP mendatangi SD Pasirwangi I di Jl. Raya Pasirwangi, Kecamatan Pasirwangi. Dan ternyata antusiasmenya sangat tinggi untuk mengenal Teknologi.

Read Full Post »

“Tea Work” di Cikajang

Di antara Anda semua, pastinya ada yang pernah melakukan Tea Walk alias berjalan-jalan di kebun Teh. Aktivitas ini memang mengasyikan karena selain sehat, berjalan di kebun teh yang umumnya tumbuh di pegunungan, suasanananya sangat sejuk, udaranya segar, serta pandangan mata kita dimanjakan oleh hamparan pemandangan yang amat indah.

jalan ke SMA CikajangPlang SMA Cikajang

Tidak terkecuali, Anda akan mendapatkan semua itu juga jika berjalan-jalan ke SMA Negeri 1 Cikajang. SMA ini tepat berada di perkebunan teh yang sejuk dan nyaman. Keindahan perkebunan Cikajang memang sudah tidak asing lagi sejak dulu. Tengok saja sejarah Garut, begitu banyak peninggalan Belanda yang terletak di daerah Cisurupan dan Cikajang. Belum lagi jalan kereta Cikajang-Garut yang kini sudah tidak aktif, itu memang didesain untuk mengangkut hasil bumi Garut di Cikajang yang bertanah subur, sehingga berbagai komoditas termasuk teh tumbuh dengan baik di daerah ini.

Di wilayah SMA Cikajang inilah kami melakukan Tea Walk, eh Tea Work alias bekerja di kebun teh. Bukan bekerja memetik daun teh, tetapi mengoperasikan MCAP agar anak-anak di sekolah yang jauhnya kira-kira 20Km ke Garut ini bisa mengenal dan memetik manfaat internet secara gratis.

Parkir MCAP

Hmm, segelas teh hangat asli Cikajang, ditambah dengan seyum puas anak-anak Cikajang yang besemangat memanfaatkan internet dalam MCAP, benar-benar menghapuskan kelelahan kami dalam perjalanan menuju sekolah ini. Emang perjalanan Garut-Cikajang begitu melelahkan? Enggak sih, tapi lumayan kalau sepanjang jalan ke Cikajang kita berada di kabin komputernya MCAP yang pengap tanpa jendela, hehe.

Kaki Gunung

Read Full Post »

Padang RumputSore yang cerah, MCAP berhenti di sebuah padang rumput di daerah Tutugan Leles. Hamparan rumput hijau itu adalah milik Pesantren Modern Siliwangi Kecamatan Leles Garut. Meski tanpa konfirmasi, kehadiran MCAP disambut hangat para santri dan Ustadznya. Dalam kesempatan ngobrol sana-sini dengan mereka saat kami mempersiapkan perangkat, kami mendapat penjelasan bahwa salah satu tafsir “modern” yang mengikuti kata pesantren itu adalah akomodatif terhadap teknologi canggih termasuk Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Setelah kami mendengar penjelasan lebih lanjut, faktanya, setiap santri di sini yang rata-rata setingkat SD dan SMP ini memang dibekali berbagai pelajaran berbasis komputer dan internet. Karena tidak ada fasilitas koneksi internet, setiap satu bulan sekali secara bergiliran dan kolektif, mereka diajak ke WARNET di kota Garut, tepatnya yang berada di bilangan Jl. Cimanuk.

Para Guru yang peduli teknologi ini berpendapat jika kita tepat memanfaatkan teknologi tentunya banyak manfaat yang bisa didapatkan, ketimbang mudlarotnya. Ia mengambil contoh dengan mengomentari murid-muridnya yang tengah khusyu nonton bareng video keindahan GURILAM (Gunung, Rimba, Laut, dan Alam) Garut dari LCD MCAP, “Kita senantiasa bisa berdzikir mengingat kebesaran Allah SWT, setiap kali kita menyaksikan kehebatan ciptaannya, meski hanya lewat TV atau komputer sekali pun.” Ya memang, untuk melihat kebesaran Tuhan, tak perlu jauh-jauh. Lihat saja diri kita sendiri. Namun, adakalanya kita perlu memberikan kejutan kepada diri kita sendiri melihat hal luar biasa yang tersebar di alam semesta ini. Dan TIK memungkinkan kita meningkatkan aksesibilitas terhadap hal-hal luar biasa itu.

Nonton BAreng

Ok Pak, kami setuju. Selanjutnya, kita perlu upaya untuk memperkecil distorsi penyalahgunaan teknologi agar TIK ini memang bisa dimanfaatkan dengan tepat. Salah satunya adalah terus memberikan pendekatan religi kepada murid-murid sebagai filter paling ampuh untuk menangkal konten-konten negatif yang berpotensi mampir di komputer kita melalui internet. (P.Sus)


Read Full Post »

Internet-an tidak harus selalu di ruangan kantor- kelas- rumah ataupun warnet. MCAP membuktikannya dengan standby beberapa jam di Obyek Wisata Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi, yang mayoritas orang pergi ke tempat ini untuk berwisata naik rakit, berperahu, mancing atau sekedar makan saja sambil menikmati panorama danau dan bukit. Namun ternyata waktu para wisatawan melihat mobil MCAP yang sengaja kami parkirkan di sana_ kontan mereka rame-rame memburu mobil pintar ini.

Mereka antusias mendatangi mobil pintar ini bukan karena MCAP warnet keliling gratis, tapi didorong oleh rasa penasaran mereka pada internet- apa dan bagaimana internet itu, selebihnya ikut surfing menjelajah dunia lewat internet. Diantara mereka banyak yang baru tahu internet, walaupun istilah internet sudah terbiasa terdengar di telinga mereka. Miris memang, ini membuktikan internet merupakan barang mahal dan langka di negeri kita ini.

Melihat kenyataan ini, kami semakin terpacu untuk memperkenalkan teknologi informasi ini ke pelosok daerah yang ada di Kabupaten Garut.

Read Full Post »

Siang itu, MCAP berhenti tepat di depan Kantor Kecamatan Leuwigoong, sekitar 18 KM dari Garut. Kantor itu terletak di pinggir Jalan Raya Leuwigoong yang cukup padat karena menjadi perlintasan Tarogong/Leles – Limbangan. Bahkan pada musim mudik Lebaran, jalur ini biasanya jadi Jalur Alternatif Utama menuju Garut jika Jalan Cagak Nagreg macet.

Kebun Jagung

Lokasi tersebut, tentunya cukup strategis dilalui para pemakai jalan, khususnya pejalan kaki yang penasaran ingin mengetahui fasilitas MCAP. Di seberang jalan, terbentang kebun jagung yang cukup luas. Tepat pukul 1.00 dari balik kerumunan tanaman jagung, munculah anak-anak SMP Negeri Leuwigoong yang kebetulan berlokasi di situ.

Leuwigoong

Setelah mengetahui ada WARNET Keliling Gratis di sekitarnya, sebagian besar dari mereka merapat ingin mencoba MCAP. Memanfaatan gilirannya, sebagian anak-anak SMP tersebut rupanya sibuk menanam benih silaturahmi di lahan pertemanan maya yang amat luas bernama Fiendster.

Ya, jaman memang sudah berubah. Sebagian jaringan pertemanan, kini dikonversi ke basis digital. Secara positif, hal ini tentunya memudahkan aksesibilitas kita bersilaturahmi dengan sesama umat sebanyak-banyaknya. Jika mau, meski dari kebun jagung sekali pun, kita bisa bisa menanam benih persahabatan dengan kawan di Lembah Silikon, di Pabrik Pesawat, atau dimana saja.

Read Full Post »

Older Posts »