Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Ruang Publik’ Category

Internet-an tidak harus selalu di ruangan kantor- kelas- rumah ataupun warnet. MCAP membuktikannya dengan standby beberapa jam di Obyek Wisata Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi, yang mayoritas orang pergi ke tempat ini untuk berwisata naik rakit, berperahu, mancing atau sekedar makan saja sambil menikmati panorama danau dan bukit. Namun ternyata waktu para wisatawan melihat mobil MCAP yang sengaja kami parkirkan di sana_ kontan mereka rame-rame memburu mobil pintar ini.

Mereka antusias mendatangi mobil pintar ini bukan karena MCAP warnet keliling gratis, tapi didorong oleh rasa penasaran mereka pada internet- apa dan bagaimana internet itu, selebihnya ikut surfing menjelajah dunia lewat internet. Diantara mereka banyak yang baru tahu internet, walaupun istilah internet sudah terbiasa terdengar di telinga mereka. Miris memang, ini membuktikan internet merupakan barang mahal dan langka di negeri kita ini.

Melihat kenyataan ini, kami semakin terpacu untuk memperkenalkan teknologi informasi ini ke pelosok daerah yang ada di Kabupaten Garut.

Iklan

Read Full Post »

Siang itu, MCAP berhenti tepat di depan Kantor Kecamatan Leuwigoong, sekitar 18 KM dari Garut. Kantor itu terletak di pinggir Jalan Raya Leuwigoong yang cukup padat karena menjadi perlintasan Tarogong/Leles – Limbangan. Bahkan pada musim mudik Lebaran, jalur ini biasanya jadi Jalur Alternatif Utama menuju Garut jika Jalan Cagak Nagreg macet.

Kebun Jagung

Lokasi tersebut, tentunya cukup strategis dilalui para pemakai jalan, khususnya pejalan kaki yang penasaran ingin mengetahui fasilitas MCAP. Di seberang jalan, terbentang kebun jagung yang cukup luas. Tepat pukul 1.00 dari balik kerumunan tanaman jagung, munculah anak-anak SMP Negeri Leuwigoong yang kebetulan berlokasi di situ.

Leuwigoong

Setelah mengetahui ada WARNET Keliling Gratis di sekitarnya, sebagian besar dari mereka merapat ingin mencoba MCAP. Memanfaatan gilirannya, sebagian anak-anak SMP tersebut rupanya sibuk menanam benih silaturahmi di lahan pertemanan maya yang amat luas bernama Fiendster.

Ya, jaman memang sudah berubah. Sebagian jaringan pertemanan, kini dikonversi ke basis digital. Secara positif, hal ini tentunya memudahkan aksesibilitas kita bersilaturahmi dengan sesama umat sebanyak-banyaknya. Jika mau, meski dari kebun jagung sekali pun, kita bisa bisa menanam benih persahabatan dengan kawan di Lembah Silikon, di Pabrik Pesawat, atau dimana saja.

Read Full Post »